Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

KARYA MAHASISWA STAI HAS "SAJAK SANG PENDOSA"

Gambar
SAJAK SANG PENDOSA I Oleh : Fajar Chaidir Q.A Ya Tuhan Aku selalu bersembunyi di balik ampunan Dan lari, pada janji-janji pengadzaban Ya Tuhan Aku selalu mencari-cari sifat Rahman lalu menjauh dari rasa kesyukuran Saat aku disentuh pesakitan Aku bilang kau tak kasihan Padahal, dalam pesakitan Kau jaga aku dari dosa-dosa rutinan Aku, memang pendosa tak ada duanya! Saat Kau berkata tentang kemunafikan Aku mungkin pernah mengerjakan Di kala aku diberikan kewajiban Aku mencari-cari alasan Bahwa Engkau: "Sang Pemberi Ampunan" Saat aku melakukan Ibadah Aku tahu, Kau yang menilainya Tapi mengapa, aku masih senang Ibadahku diketahui sesama? Dan dengan ibadahku  itu, aku menilai-nilai Ibadah manusia lainnya Aku memang pendosa tak ada lawannya! Di waktu aku, melakukan kejahatan Aku masih mengharapkan surga yang penuh kenikmatan Padahal akalku tahu, bahwa kejahatan pasti neraka sebagai balasan Tapi, aku lebih yakin, bahwa Engkau j...

PUISI MAHASISWA STAI HAS "TERLAMBAT JATUH CINTA"

Gambar
http://andiibm.blogspot.co.id/2014/09/cinta-terlambat.html *TERLAMBAT JATUH CINTA* Oleh : Lilis Herawati Tentu kau tahu ta'aruf kita karena paksaan orang tua. Cukup hanya tahu tentangmu, tak mau tahu lebih dalam lagi. Aku pun menghiraukanmu. Kulihat kau disudut sana, tapi aku bertahan di sudut sini. Hanya kulihat, tak mau menyentuhmu. Kau tak penting bagiku, tak menarik, tak menyenenangkan. Duniaku lebih menyenangkan, hal yang mengasyikan berlama-lama dengan duniaku, tetapi mengapa hati ini terasa kosong? Sepertinya aku jalan di tempat. Jalanku tak terarah, bahkan tak tahu kemana tujuanku. Suatu hari kulihat engkau menatapku. Kuberanikan menatapmu sekilas. Oh aku melihat sesuatu, lalu kutatap lagi engkau. Kutahu kau ingin aku mendekatimu, ada rasa malas tapi aku ingin mencoba. Aku ingin mencoba mengenalimu lagi. Sidikit-sedikit kubaca engkau dan aku merasa sejuk dihati. Terus kubaca, sehingga menjadi rindu jika sehari tak bercumbu denganmu. Kubac...

KASIDAH RASUL AHIR ZAMAN

Gambar
Oleh: F. Chaidir Qurrota A'yun Bayiku dikasihi ayahku, Sedangkan Tuan yang mulia, Ayah telah dipanggil kepangkuanNya. Aku dimanja ibuku, Sedangkan Tuan yang mulia, Ibu telah berpulang juga saat usia belum remaja. Saat aku bisa berpegang pada orang-orang tercinta, Tuan hanya sekejap mata merasa. Kakek Tuan, berpulang kerahmatNya. Paman Tuan yang penyayang, Istri Tuan, yang tersayang,  pergi ke Ilahi, waktu tuan berjuang. Tuan ditempa kesedihan dalam masa-masa manja. Beginilah Takdir bagi para utusan Tuhan di dunia. Mengapa, kesedihan menjadi jalan hidup Tuan? Dan kami bahagia di fatamorgana keduniawian? aku membaca kasidah Tuan, Dengan hati yang penuh keta'ziman. Semoga Shalawat salam selalu tercurahkan,  Atas Tuan, Sahabat Tuan,  Istri-istri Tuan,  Dan keturunan Tuan. Dan Tuhan yang Maha Rahman,  Malaikat yang ribuan,  Memuliakan nama Tuan dalam Qur'an. Qur'an yang kalam Tuhan. n ama Tuan akan mengabadi sepanjang zam...

JANGAN MENANGIS,PAK!

Didedikasikan untuk guru-guru (ku) Untuk hari PGRI. 25 Nopember 2017 Oleh: F. Chaidir Qurrota A'yun Hari ini harimu, Tapi kulihat wajahnu teduh, Dilalah duka yang sedu, Mengapa kau murung begitu? Oh, aku tau pak, Mendidik anak manusia sering pelak. Salah sedikit langsung disidak, derita mengajar di zaman hak. Demokrasi yang tak kenal memihak. Semua berhak. Wajahmu masih lugu, Seperti dulu ajarkan lagu, Indonesia raya yang merdu. Kau jawab: "Bukan itu!" Dengan lugu, Masih seperti dulu. Kau keluarkan slip gaji, Ku baca itu berkali-kali, Tak merubah angka yang ada, Mengapa gajimu masih sama? Lalu dia, angkat bicara: " Untuk apa ada hari kita? Sedangkan hidup jauh dari sejahtera, Inikan kehidupan nyata, Butuh uang dan biaya!" Aku berkata, Bukannya yang ku tahu, engkau rela, Dengan gaji segitu saja? Katanya: "Kita berusaha rela dan ikhlas memberi, Tapi, aku, punya anak istri, Butuh biaya sehari-hari, Cicilan ruma...

MATA API DAN AIR MATA DARAH

Oleh : F. Chaidir Qurrota A'yun Sejak remaja, Aku terbiasa makan api. Racikan marah dan dendam. Api itu kian membiru, Bersarang dalam dadaku. Menjadi manusia curiga. Bagaimana tidak, Aku melihat kerakusan dalam kehidupan, Tentang lahan-lahan yang dimakan kaum hartawan, Tentang ayahku yang di PHK oleh perusahaan, Tentang sulitnya mencari penghidupan, Di kotaku, aku merasa terasingkan. jutaan kali telinga mendengar lagu balada, Yang berkisah tentang kehidupan nyata. Cita-cita disini, bukanlah modal menuju kebahahiaan. Kita harus kuat dengan hinaan dan gunjingan. Kalau perlu, kita menjauhi kejujuran, biarkan kebohongan berkobaran. Pendidikan, Adalah timang-timang rasa sambal, Untuk menunda jalan terjal. Menunda kepedihan dan kesulitan. Dalah hidup yang dihimpit persaingan. Persis seperti gang-gang rumah warga, Yang ada di ibukota. Hidup disini seperti dikata kaum darwin, Sedangkan kebertahanan dan penyesuaian, Berarti mengingkari kepolosan. pa...

SEKOLAHKU TAK BERGUNA

Oleh: F. Chaidir Qurrota A'yun Aku sekolah dengan pulpen dan buku, Sedangkan di pabrik, aku pegang mesin dan besi yang menderu. Aku sekolah jurusan teknik industri , Sedangkan sejak kecil, aku menyukai musik dan puisi. Kata guruku: manusia adalah merdeka. Tapi aku lihat, banyak buruh dibayar murah. Terpaksa menerima, karena takut di PHK. Saat lulus sekolah, Aku disematkan kertas ijazah. Dan sekarang ijazahku sering tak laku, Bersama riwayat hidup dan kartu dalam map coklat. Sebab nilai dan umurku ada di batas darurat. Aku diajarkan untuk pintar matematika, kimia dan fisika, Jika aku tak bisa, maka aku akan terhina, Dan di mata guruku, jadi nomor dua. Aku sekolah dua belas tahun lamanya, Namun, tak mampu jadi alat penyelesaian persoalan, Untuk berjalannya kehidupan. Kasihan Ayahku, Betapa besarnya ongkos hidup dan sekolah, Tapi tak seratus ribu juga, tak mampu kuberikan padanya. Bekasi, 15 November 2017

SEMALAM HUJAN

Gambar
               https://infobekasi.co.id/2016/06/18/bmkg-waspadai-hujan-lebat-tiga-hari-kedepan/ Oleh: F. Chaidir Qurrota A'yun Fajar Bertahta. Di atas langit yang murung. Bumi yang basah. Di udara, beterbangan burung-burung. Surya masih berselimut awan abu-abu. Tahukah kau, Semalam hujan. dan kita, bisa belajar tentang cinta: "Jika ada yang jatuh, maka ada yang bertumbuh" apakah begitu hati kita? Apakah begitu cinta kita? Yang jatuhnya pun bertumbuhan kehidupan. kau pasti tahu, Semalam hujan. Langit, memberikan airnya pada tanah. Dibebaskan air turun ke bumi, Tanpa tali-temali. Dan kita, bisa belajar tentang rasa kasih: "jika ada yang dimiliki, maka ada yang diberi" apakah begitu sikap kita? Apakah begitu perjalanan hidup kita? Yang menjunjung tinggi keikhlasan dan kemerdekaan. Kau pun tahu, Semalam hujan deras. Air turun dari atas ke bawah, Bunyinya indah. Baunya Tanah. Be...

"LIDAH"

Oleh : Ahmad Ardiansyah Lunak sering membuat orang galak dan jinak Coba kita renungkan fungsi lidah Yang bisa membuat 1 juta orang turun ke jalan Karna salah ucapan tak bertanggung jawab Manis kadang bikin orng bhagia Kadang membuat juga kecewa Mebuat dusta demi citra Merongrong janji , mengaung sakti Tapi Belum tentu pasti   Hati-hati dipikiir dulu pakey hati Pedang pun bisa kalah bila lidah sudah marah Hati-hati dipikir dulu pakai hati Tak bersenjata namun menembus hingga rongga dada Memasak kata seenaknya Membuat semua tak berdaya Tercengang mempesona Janji janji melambung tinggi Yang terkecoh selalu sakit hati Yang terjebak tidak bisa lari Karna lidah bisa membuat tali sendiri Terikat terbungkus janji Tapi sebaliknya Lidah bisa indah seperti bunga mawar Mehiasi makna akan tumbuh nan mekar Mengusur kata salah menjadi benar Menumbuhkan jiwa yang sukar Lidah Di pakai tukang dakwah Membawa berkah bagi ummah Berdiri diatas mimbar menyam...

SURAT CINTA PALSU TERLARANG

Di teras kenangan diantara gelap menjelang terang Menjemput pagi di alang-alang Di iringi tarian rumput jalang ilalang Aku menunggu balasan suratku pulang...yang tak kunjung juga datang harapan Apakah benar bunga pilu yang menjadi penghalang ?... Menjadi kebenaran paparan suratan Hingga sang waktu pun malu menjadi jawaban terang Aku mengingatmu kawan... Di masa kau bumbui aku untuk berperang Melawan penjajah yang sedang mabuk kepayang Merampas hasil alam rempah-rempah yang tak terbayang Lalu kita berjuang dengan bamboo dan parang Hingga sampailah pada kata-kata untuk senjata perang Meraih kemerdekaan Kawan aku senang hari itu telah datang... Semua berdendang dengan lagu dan sumpah persatuan Kawan...dan aku pun senang...hari itu telah datang...saatnya kau berpikir panjang Menghiasi kemerdekaan yang masih sangatlah panjang diperjuangkan Di bawah jendela beralas tikar memanjang...aku tidak berikrar panjang Berbaring dipangkuan digenggamnya kedua tanganku sepe...

SYI'IRAN RAMADHAN

Gambar
Sebelumnya aku merasa takut tuk menuliskan sebuah tulisan yang ku anggap tak berkesan namun ku niatkan  memberanikan diri agar jemari dan hati ini bangkit .. Bulan yang penuh berkah mulia dan dinanti-nanti oleh setiap manusia Mengagungkan kalam iallahi dari terbit matahari hingga malam hari Semuanya larut dalam ketaatan dan hati yang suci Panas yang menjadi tantangan dan malam pun yang menenangkan Seimbang apa yang sudah di gariskan tuhan Kenikamatan pun di berikan kepada semua umat seiman Supaya mempersiapkan bekal perjalan abadi Hamba yang mendambakan kemuliaan Berharap agar dapat semuanya dapat terwujudkan Mengabdi dalam sujud ,rintihan doa hingga meneteskan air mata Seakan mengakui kelemahan dan kekurangan yang nyata Ouhhh.. ramadhan engkau bulan yang penuh keberkahan Yang memberi keutamaan pahala yang tidak terkalahkan Tapi sayang 1000 syang kebanyakan norma yang dihilangkan Tertiup angin ahir zaman . Hari demi hari di lewati wlaupun rintangan datang pen...