SURAT CINTA PALSU TERLARANG
Di teras kenangan diantara gelap menjelang terang
Menjemput pagi di alang-alang
Di iringi tarian rumput jalang ilalang
Aku menunggu balasan suratku pulang...yang tak kunjung juga datang harapan
Apakah benar bunga pilu yang menjadi penghalang ?...
Menjadi kebenaran paparan suratan
Hingga sang waktu pun malu menjadi jawaban terang
Menjemput pagi di alang-alang
Di iringi tarian rumput jalang ilalang
Aku menunggu balasan suratku pulang...yang tak kunjung juga datang harapan
Apakah benar bunga pilu yang menjadi penghalang ?...
Menjadi kebenaran paparan suratan
Hingga sang waktu pun malu menjadi jawaban terang
Aku mengingatmu kawan...
Di masa kau bumbui aku untuk berperang
Melawan penjajah yang sedang mabuk kepayang
Merampas hasil alam rempah-rempah yang tak terbayang
Lalu kita berjuang dengan bamboo dan parang
Hingga sampailah pada kata-kata untuk senjata perang
Meraih kemerdekaan
Di masa kau bumbui aku untuk berperang
Melawan penjajah yang sedang mabuk kepayang
Merampas hasil alam rempah-rempah yang tak terbayang
Lalu kita berjuang dengan bamboo dan parang
Hingga sampailah pada kata-kata untuk senjata perang
Meraih kemerdekaan
Kawan aku senang hari itu telah datang...
Semua berdendang dengan lagu dan sumpah persatuanKawan...dan aku pun senang...hari itu telah datang...saatnya kau berpikir panjang
Semua berdendang dengan lagu dan sumpah persatuanKawan...dan aku pun senang...hari itu telah datang...saatnya kau berpikir panjang
Menghiasi kemerdekaan yang masih sangatlah panjang diperjuangkan
Di bawah jendela beralas tikar memanjang...aku tidak berikrar panjang
Berbaring dipangkuan digenggamnya kedua tanganku sepertinya ajal akan datang
Berbaring dipangkuan digenggamnya kedua tanganku sepertinya ajal akan datang
Kawan saatnya aku beranjak pulang...kirimkanlah surat untukku kawan !
Surat cinta untuk negerimu juga negeriku...kan kubalas surat itu dengan tenang
Surat cinta untuk negerimu juga negeriku...kan kubalas surat itu dengan tenang
Bunga berguguran...lalu mekar kembali mengiringi masa berganti masa
Suratmu datang bergantian member kabar jawaban tenang
Suratmu datang bergantian member kabar jawaban tenang
Kata perkata kau tulis panjang memberi makna harapan panjang
Hingga tak terasa terkadang suratmu datang dengan oretan gusar
Menandai anggapan tak ada arti lagi surat cinta yang member jawaban teanang
Hingga tak terasa terkadang suratmu datang dengan oretan gusar
Menandai anggapan tak ada arti lagi surat cinta yang member jawaban teanang
Tak ada keceriaan...tak ada cerita cita-cita kemerdekaan
Semua tersembunyi kelam...kemerdekaan tak usahlah dihiraukan
Karena begitulah caramu memandang sekarang...arti kemerdekaan
Semua tersembunyi kelam...kemerdekaan tak usahlah dihiraukan
Karena begitulah caramu memandang sekarang...arti kemerdekaan
Pohon tak berbuah manis...
Rasanya menghasilkan himpitan sesaknya nafas habis
Kontradiksi antara keuntungan semata dengan cita-cita yang terang mulia
Isi suratmu tak lagi memberi kesenangan makna kata
Harapan kosong dan janji-janji yang memberi siksaan semata
Bumbui cita-cita rakyat dengan raun kepalsuan menyengsarakan rakyat
Rasanya menghasilkan himpitan sesaknya nafas habis
Kontradiksi antara keuntungan semata dengan cita-cita yang terang mulia
Isi suratmu tak lagi memberi kesenangan makna kata
Harapan kosong dan janji-janji yang memberi siksaan semata
Bumbui cita-cita rakyat dengan raun kepalsuan menyengsarakan rakyat
Lalu kau pun tak lagi berdebat mengelakan kata-kata yang dahsyat
Suratmu berisi syair-syair bejad melantunkan ambisi kasap
Sayang aku tak bisa lagi datang...surat kerinduankupun tak berbalas pulang
Berharap esok akan jelang kabar yang benar terang
Melegakan hati yang sekarang benar-benar bimbang
Suratmu berisi syair-syair bejad melantunkan ambisi kasap
Sayang aku tak bisa lagi datang...surat kerinduankupun tak berbalas pulang
Berharap esok akan jelang kabar yang benar terang
Melegakan hati yang sekarang benar-benar bimbang
Kawan kau lahirkan kebencian yang ada hanya suratan cacian
Tak lagi berpikir panjang...hilang akal sehatmu kawan
Kelam...
Tak lagi berpikir panjang...hilang akal sehatmu kawan
Kelam...
Ingatkah kawan...
Janji-janji yang tertulis dipucuk surat cintamu yang kelam
Bersorak-sorak indahnya nafas kemerdekaan
Mengharu-haru prosesi meraih kemerdekaan
Semua sirna termakan hasrat terpendam
Tintamu bercampur garam
Menambah perih lukaku yang mendalam
Buah perjuangan kemerdekaan yang kudambakan
Sumpah mati setiamu tak ubahnya seperti buah busuk
Memberi stigma baru disetiap perkataan
Mengarang bait-bait yang menyentak gagasan
Memberi kesaksian palsu makna kata perkata
Mendustai jiwa dan raga...menghapus penafsiran makna sebenarnya
Tentangmu...tentang hidupmu...tentang patriotismemu...tentang nasionalismemu
Janji-janji yang tertulis dipucuk surat cintamu yang kelam
Bersorak-sorak indahnya nafas kemerdekaan
Mengharu-haru prosesi meraih kemerdekaan
Semua sirna termakan hasrat terpendam
Tintamu bercampur garam
Menambah perih lukaku yang mendalam
Buah perjuangan kemerdekaan yang kudambakan
Sumpah mati setiamu tak ubahnya seperti buah busuk
Memberi stigma baru disetiap perkataan
Mengarang bait-bait yang menyentak gagasan
Memberi kesaksian palsu makna kata perkata
Mendustai jiwa dan raga...menghapus penafsiran makna sebenarnya
Tentangmu...tentang hidupmu...tentang patriotismemu...tentang nasionalismemu
Aku ragu kawan...
Sayang sumpah itu sepertinya kelam terpasung oleh kebiadaban zaman
Kata itu hanya slogan gugurkan kewajiban
Kata itu hanya hiasan penghias kewibawaan jabatan
Untuk hasut menghasut rakyat...menjadi pemanis buatan
Setiap bait kata perkata hanya layangan yang dimainkan melayang-layang
Baris-demi baris hanya susunan tangga nada yang berirama gencar
Selepas itu nikmatnya arti kata hilang melesat tersesat kemana
Itu hanyalah surtan yang tak ada hasrat tersirat
Kata itu hanya slogan gugurkan kewajiban
Kata itu hanya hiasan penghias kewibawaan jabatan
Untuk hasut menghasut rakyat...menjadi pemanis buatan
Setiap bait kata perkata hanya layangan yang dimainkan melayang-layang
Baris-demi baris hanya susunan tangga nada yang berirama gencar
Selepas itu nikmatnya arti kata hilang melesat tersesat kemana
Itu hanyalah surtan yang tak ada hasrat tersirat
Aku telah ragu tentangmu kawan...
DI depan kau berteriak...”Selamatkan negeri ini”...”Bangun negeri ini”...
Namun di belakang kau berbisik...”Akan kunikmati kekayaan negeri ini”...
Kau peras cucuran keringat dilelahnya menutup rasa lapar
Kau hisap darah disetiap sayatan luka kesengsaraan
Kau gali gunung emas menjadi lembah tandus kepiluan
Bahkan kau jual cikal bakal negeri ini dengan recehan
Perih rasanya kawan...
DI depan kau berteriak...”Selamatkan negeri ini”...”Bangun negeri ini”...
Namun di belakang kau berbisik...”Akan kunikmati kekayaan negeri ini”...
Kau peras cucuran keringat dilelahnya menutup rasa lapar
Kau hisap darah disetiap sayatan luka kesengsaraan
Kau gali gunung emas menjadi lembah tandus kepiluan
Bahkan kau jual cikal bakal negeri ini dengan recehan
Perih rasanya kawan...
Kawan aku ragu karena pengkhianatan
Tak mau lagi mengharap balasan surat cintamu terlayang untuk negeri ini
Karena surat cintamu palsu dan terlarang
Tak mau lagi mengharap balasan surat cintamu terlayang untuk negeri ini
Karena surat cintamu palsu dan terlarang
Komentar