Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kritik Sosial

SEKOLAHKU TAK BERGUNA

Oleh: F. Chaidir Qurrota A'yun Aku sekolah dengan pulpen dan buku, Sedangkan di pabrik, aku pegang mesin dan besi yang menderu. Aku sekolah jurusan teknik industri , Sedangkan sejak kecil, aku menyukai musik dan puisi. Kata guruku: manusia adalah merdeka. Tapi aku lihat, banyak buruh dibayar murah. Terpaksa menerima, karena takut di PHK. Saat lulus sekolah, Aku disematkan kertas ijazah. Dan sekarang ijazahku sering tak laku, Bersama riwayat hidup dan kartu dalam map coklat. Sebab nilai dan umurku ada di batas darurat. Aku diajarkan untuk pintar matematika, kimia dan fisika, Jika aku tak bisa, maka aku akan terhina, Dan di mata guruku, jadi nomor dua. Aku sekolah dua belas tahun lamanya, Namun, tak mampu jadi alat penyelesaian persoalan, Untuk berjalannya kehidupan. Kasihan Ayahku, Betapa besarnya ongkos hidup dan sekolah, Tapi tak seratus ribu juga, tak mampu kuberikan padanya. Bekasi, 15 November 2017

SEMALAM HUJAN

Gambar
               https://infobekasi.co.id/2016/06/18/bmkg-waspadai-hujan-lebat-tiga-hari-kedepan/ Oleh: F. Chaidir Qurrota A'yun Fajar Bertahta. Di atas langit yang murung. Bumi yang basah. Di udara, beterbangan burung-burung. Surya masih berselimut awan abu-abu. Tahukah kau, Semalam hujan. dan kita, bisa belajar tentang cinta: "Jika ada yang jatuh, maka ada yang bertumbuh" apakah begitu hati kita? Apakah begitu cinta kita? Yang jatuhnya pun bertumbuhan kehidupan. kau pasti tahu, Semalam hujan. Langit, memberikan airnya pada tanah. Dibebaskan air turun ke bumi, Tanpa tali-temali. Dan kita, bisa belajar tentang rasa kasih: "jika ada yang dimiliki, maka ada yang diberi" apakah begitu sikap kita? Apakah begitu perjalanan hidup kita? Yang menjunjung tinggi keikhlasan dan kemerdekaan. Kau pun tahu, Semalam hujan deras. Air turun dari atas ke bawah, Bunyinya indah. Baunya Tanah. Be...

SURAT CINTA PALSU TERLARANG

Di teras kenangan diantara gelap menjelang terang Menjemput pagi di alang-alang Di iringi tarian rumput jalang ilalang Aku menunggu balasan suratku pulang...yang tak kunjung juga datang harapan Apakah benar bunga pilu yang menjadi penghalang ?... Menjadi kebenaran paparan suratan Hingga sang waktu pun malu menjadi jawaban terang Aku mengingatmu kawan... Di masa kau bumbui aku untuk berperang Melawan penjajah yang sedang mabuk kepayang Merampas hasil alam rempah-rempah yang tak terbayang Lalu kita berjuang dengan bamboo dan parang Hingga sampailah pada kata-kata untuk senjata perang Meraih kemerdekaan Kawan aku senang hari itu telah datang... Semua berdendang dengan lagu dan sumpah persatuan Kawan...dan aku pun senang...hari itu telah datang...saatnya kau berpikir panjang Menghiasi kemerdekaan yang masih sangatlah panjang diperjuangkan Di bawah jendela beralas tikar memanjang...aku tidak berikrar panjang Berbaring dipangkuan digenggamnya kedua tanganku sepe...

MELALUI PESANTREN, CETAK GENERASI BERKUALITAS

Gambar
Foto; Kang Badrun (Santri Daaruttholibin - Cianjur)                     Pendidikan tradisioal tertua yang ada di Indonesia ialah Pesantren . dari jaman Indonesia dijajah oleh kaum kapitalis pesantren sudah didirikan sebagai pusat pembelajaran yang ada dikampung-kamupung. Ada 4 ciri khas pendidikan yang dipakai dipesantren: Ta'lim  (Pembelajaran Ilmu/ Transfer of Knowlege) , Para Kyai di bantu Ustadz/Ustadzah memberi pelajaran ilmu pengetahuan terutama dibidang agama ubudiyah, syariah, muammalah , moral, dll.  Santri di didik secara disiplin menghafal dan diberi motivasi yang positif sehingga para santri ketika menghafal bukan ingin mendapat gelar, penghargaan, pujian, ijazah, sertifikat saja, tapi betul-betul ingin berilmu ingin menguasai ilmu tersebut contoh santri menghafal kitab al-fiyah (1000 bait ), ilmu mustolahul hadist , ilmu tafsir dll. Tadris  adalah mengamalkan ilmunya, jadi para sa...

LINGKUNGAN HIDUP YANG TAK LAGI DIBERI HIDUP

Gambar
Ilustrsi: www.google.com Telah ada padanya (lingkungan) untuk menyokong hajat hidup manusia sebagai rahmat Tuhan yang tak terelakan. Pantaslah bila tuhan juga menunjuk manusia sebagai keterwakilannya yg dalam salah satu tugasnya ialah menjaga alam/ lingkungan ini sebagai sarana berkehidupan. Tulisan ini sebagai tumpahan gusar hati atas maraknya pemberitaan maraknya lingkungan yang kerap menyerang manusia dengan berbagai bencana. Apakah karena tuhan murka? Entahlah. Yang aku tahu adalah; manusia akan mendapatkan atas apa yg  dilakukannya. Terlebih oleh mereka yang ABAI. Alam/ lingkungan yang telah banyak MEMBERI kehidupan, namun sering terabaikan oleh manusia dalam manjaga KESEIMBANGAN serta MENJAGANYA. Mungkin sudah tipikal dasarnya manusia yang berupa tamak, mudah lupa ketika telah dapat, tak melakukan ketika sudah ada sebagian kecil yg melakukan. Apakah benar demikian ??? Entahlah, lebih baik kita tanyakan saja pada diri kita m...