HATI bersih kunci kemenangan HAQIQI


Sumber Gambar: http://google.com

Dalam hidup ini, Manusia ingin selalu menjadi pemenang baik itu dari kalangan bawah maupun kalangan atas, dari pedagang maupun pemerintahan. Manusia ingin memenangkan persaingan hanya di dunia dan melupakan kemenanagan di akhirat. Sebagai umat Islam, hal ini tidak boleh terjadi pada kita, umat Islam harus meraih kemenangan di dunia dan akhirat sekaligus.

Doa yang selalu kita panjatkan adalah :

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

''Wahai Tuhan kami, berilah kami kebahagian dunia dan akhirat, dan jauhkan kami dari siksa neraka.''

Kemenangan di dunia di tandai dengan kemajuan ilmu, teknologi, ekonomi, kebudayaan, politik, dan sosial. Kemenangan di akhirat di tandai dengan moralitas yang tinggi dan keadilan yang tegak dalam semua aspek kehidupan. Umat Islam harus meraih kemenangan dalam dua aspek ini supaya peradaban dunia dipenuhi dengan ketenangan, kedamaian, kerukunan, kemajuan dan keadilan. Sekarang ini dunia masih dipenuhi dengan kerasukan, kebencian, ketidak-adilan dan kedzaliman di seluruh aspek kehidupan, contoh yang kongkrit palestina, sebagai agama Islam yang sah, sampai sekarang tidak diakui dunia. Sementara itu, Israel yang nyata-nyata melakukan kolonialisme dibiarkan tanpa sanksi  yang tegas dari PBB yang diakui AS dan sekutunya. 

Dalam konteks ini, kedepan umat Islam harus meraih dua kemenangan sekaligus, di dunia dan akhirat. Kemenangan di dunia menjadi jembatan menggapai kemenangan di akhirat. Prestasi yang diukir di dunia mengantarkan prestasi pada akhirat. Spirit kemenangan ini harus digengam erat-erat supaya tidak mudah jatuh oleh terpaan badai dan gelombang yang terus-menerus menghantam, jangan sampai orang lain mengambil alih kemenangan yang menjadi target perjuangan karena mereka akan melumpuhkan dan menghabisi kekuatan umat Islam. 

Spirit kemenangan ini harus ditanamkan kepada anak-anak dalam keluarga, anak didik, masyarakat dan seluruh pejuang agama Islam yang mengiginkan 'izzul islam wal muslimin, keagungan Islam dan umatnya yang selalu menjunjung tinggi keadilan, kemajuan, persaudaraan, kemakmuran dan kebahagian hakiki. 

Hati menjadi kunci meraih  kemenangan hakiki, jika hati umat Islam sudah bersih dan lepas dari segala penyakit hati, yang tersisa adalah potensi besar. Dan jika potensi besar ini dimanfaatkan, akan menghasilkan kekuatan besar untuk meraih keberhasilan besar disegala bidang kehidupan. Umat Islam tidak boleh dianggap remeh, dilecehkan apalagi dihinakan seperti binatang. 

Iman adalah pondasi hidup yang tak boleh goyah oleh rayuan dan godaan apapun hadapilah semua godaan dengan kenyakinan keberhasilan dan keyakinan kepada ALLAH SWT,  iman adalah anugerah yang tak ternilai dari Allah Swt, kepada hamba yang dipilih. Orang yang mendapat hidayah berupa iman harus tetap terjaga, melestarikan , dan mementapkan dengan ilmu dan perjuangan. Ketegaran menjadi persyaratan bagi siapapun dalam meraih kemulian dan keagungan. Dalam meraih cita-cita yang tinggi, penghalang selalu datang menghadang.

Mengingat Allah menjadikan hati terang dan damai, tidak putus asa dan menyerah ketika menghadapi masalah, serta selalu menemukan solusi dari setiap persoalan yang muncul. taat kepada Allah dan Rasul-Nya memantapkan langkah menuju kemenangan sejati karena jalan yang lurus (shirathal mustaqim) adalah jalan yang ditunjukan oleh Allah dan Rasul-Nya. sementara itu, jalan sesat adalah jalan yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Kunci terakhir yang menentukan segala proses ini adalah perintah Allah agar manusia selalu sabar, dari sabar inilah yang membuat seseorang aktor kebaikan menjadi tabah, tahan, dan mampu melewati segala jalan dengan kemantapan hati.

Kemenangan di dunia (berupa prestasi disegala bidang) harus kita perjuangkan dengan hati bersih, berdoa, berusaha dengan maksimal agar bisa meraih kemenangan di dunia dan di akhirat (memasuki syurga-Nya Allah SWT) dengan Ridho Allah Swt., harus diraih oleh umat Islam secara keseluuhan . sudah saatnya kita bangkit dalam kemalasan dalm keterpurukan, dan sekedar berangan-angan. mulai sekarang kita harus bergerak dan terus bergerak selama hayat masih dikandung badan. Tebarkan virus kebaikan pada semua orang agar keadilan, moral dan kebahagian hakiki bisa diraih.

Daftar Pustaka :

Jamal Ma'mur Asmani, Tt. Agar Hati Tidak Keras. Kompas Gramedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hymne STAI HAS

Berkah Sowan ke Kyai

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAI HAJI AGUS SALIM CIKARANG TH.AK. 2020/2021